Panduan Lengkap Budidaya Insulin, Daun Kaya Manfaat & Khasiat!

Daun Insulin mempunyai nama latin Smallanthus sonchifolius. Daun ini populer pula dengan sebutan daun yakon yang termasuk tumbuhan tahunan tradisional yang berkembang biak di wilayah Andes utara serta tengah dari negara Kolumbia menuju Argentina utara.

Untuk Anda yang tertarik mencoba membudidayakan daun insulin, simaklah panduan cara-cara budidaya berikut ini :

Sediakan bibit benih berupa anakan yang berasal dari tumbuhan tua (tumbuhan yang tua berkisar 7–8 anakan). Selanjutnya pisahkan memakai cara mencabutnya dari indukan, namun tak mengacau sistem perakaran.

Lalu tanamanlah anakan pada bedengan tanah guna pembibitan memakai jarak tanam sekitar 10×10 cm. Bibit benih ready di tanam ketika berusia 14 hari sesudah di tanam dan dimasukkan ke dalam polybag ataupun ketika ketinggian bibit sekitar 5 cm. Sembaring menanti bibit diap guna ditanam, gemburkan tanah memakai cangkul sampai kedalaman sekitar 30– 40 cm. Maksudnya untuk mempermudah perkembangan bagian akar.

# Baca juga artikel berikut Berbagai Hama & Penyakit Pada Tomat, Serta Cara Penanganan Tepatnya!

Bikinlah bedengan dengan ukuran sekitar 1×3 m. Tiap bedengan terdapat kira-kira 12 tumbuhan memakai jarak tanam sekitar 50×50 cm. Jarak antar tiap bendengan sekitar 1 meter. Maka, pada lahan 1 hektar ada sekitar 1.666 bedengan serta dengan jumlah populasi sekitar 19.992 tumbuhan. Kasih sekitar 500 gram pupuk dari kotoran kambing masak tiap lubang tanam ataupun 6 kg tiap bedengan. Pupuk selanjutnya disebarkan pada permukaan di bedengan serta dicampur aduk secara merata.

Selanjutnya tutup lagi bedengan menggunakan mulsa plastik.

Kemudian buat lubang dengan diameter 10 cm pada permukaan plastik mulsa memakai jarak antar lubang sekitar 50×50 cm.

Lalu pindah dan letakkan bibit dari polybag menuju lubang tanam. Langkah penanaman lebih baik dikerjakan ketika awal musim hujan maupun umumnya September.

Lewat 15 hari sesudah ditanam, kasih pupuk lanjutan seperti pupuk KCl. Pupuk dilarutkan memakai konsentrasi sekitar 4 kg tiap 200 liter air/1 drum, selanjutnya sebarkan 50 ml ke tiap lubang tanam. Tiap-tiap drum larutan pupuk hanya cukup guna area lahan 2.000 m2.

Selanjutnya sirami tumbuhan dengan rutin. Ketika memasuki musim hujan siram 2 minggu sekali, jika ketika musim kemarau kerjakan sekitar 5 hari sekali. Dan juga penyiangan hanya sekali ketika usia 1 bulan sesudah pindah tanam.

Daun insulin/yakon ini bisa dipanen ketika usia 2,5 bulan sesudah tanam. Pemanenan awal guna merangsang perkemabangan daun. Lakukan pemanenan daun yakon sampai tinggal 2–3 helai daun pucuk. Panen kembali dari tumbuhan yang sama sekitar 25–30 hari sesudah panen. Insulin/yakon ini bsia dipanen sampai usia 7–8 bulan maupun sekitar 6 kali panen pada 1 siklus masa budidaya.